Minggu, 02 September 2018

author photo
Gus Muwafiq saat ceramah di Jambu Timur, Mlonggo, Jepara, Ahad (26/08/2018) dini hari.
Ansorngabul.or.id - Kebagian jam ketiga, Pengajian Umum dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-73 dan Menyambut Tahun Baru Hijriyah ke-1440 di Jambu Timur, Mlonggo, Jepara, akhirnya berlangsung hingga lewat tengah malam, Ahad (26/08/2018) dini hari.

Sekitar pukul 00.30 WIB, KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) baru sampai ke lokasi acara dan langsung ceramah. Sebelumnya, Gus Muwafiq selesai ngaji di Guwobokerto (Welahan | jam pertama), Surodadi (Kedung | jam kedua), yang sorenya sempat ceramah di Gembong (Pati | jam ketiga siang).

Meskipun jamaah pengajian sudah banyak yang bubar, Gus Muwafiq masih terlihat fit ceramah meski tenaganya terkuras lelah seharian, ngaji di empat lokasi berbeda.

Kepada hadirin di Jambu Timur tersebut, Gus Muwafiq memperingatkan situasi umat Islam di Indonesia yang akhir-akhir ini dianggapnya "ora patek cerdas" karena suka mengutuk sana dan mengutuk sini.

"Yahudi sudah mikir bulan (astronomi), di sini ribut kathok cingkrang. Yahudi sudah mikir ketabiban internasional, di sini malah minum kencing onta," ujarnya dalam Bahasa Jawa.

Saking tidak banyak umat Islam yang cerdas, akhirnya muncul dua kultur terkutuk di Indonesia, yakni 1). Suka goroh [membohongi umat], 2). Jadi nabi palsu.

Itu artinya, umat Islam Indonesia ada yang hidup dengan tidak sepantasnya sebagai umat Islam dan manusia wajar. Nafsunya tinggi tapi daya tidak sampai, akhirnya hal-hal tidak pantas, dipakai: bohong dan ngaku-ngaku (jadi nabi palsu).

"Manusia itu harus melakukan hal-hal yang sepantasnya saja jadi manusia. Pantasnya manusia ya bekerja, pantasnya bekerja ya pelit. Pantasnya orang hidup berkerja ya pakai manajemen. Urusan sugih Gusti Allah. Hidup itu pantasnya begaimana saja begitu, enak," terang Gus Muwafiq.

Gus Muwafiq kemudian menyebut syarat untuk menjadi kaya (yang pantas dan wajar). Yakni tidak boleh punya keinginan untuk menjadi kaya. Tapi jangan terlalu pelit walau hal itu wajar ditemui pada kebanyakan orang kaya.

"Ono sing medit (pelit) tapi tidak sugih-sugih (cepat kaya), siapa, ya munyuk (monyet)," tegas Gus Muwafid, disambut tawa hadirin. 

Karena itulah Gus Muwafiq kembali mengingatkan pentingnya menjadi umat Islam dan manusia yang sewajarnya agar tidak seperti munyuk.

"Sampeyan misalkan hidup di zaman dulu, mungkin sudah ikut Abu Jahal paling, dul. Ikut rombongan yang tidak percaya (kepada Kanjeng Nabi Muhammad)," pesannya, agar menjadi umat akhir zaman yang tahu diri.

Tambahan, pengajian Gus Muwafiq di Jambu Timur berlangsung dua jam. Jamaah bubar sekitar pukul 02.30 WIB. Dan langsung meneruskan agenda ngaji ke Surabaya lewat Bandara Ahmad Yani, Semarang pukul 06.00 WIB, Ahad (26/08/2018) pagi buta.

Berita roadshow Ngaji Gus Muwafiq di Jepara (25-26 Agustus 2018), silakan simak laporannya, Guwosobokerto: Gus Muwafiq: Haramkan Haul Ngajak Umat Islam Tidak Rukun, dan di Surodadi: Gus Muwafiq Ajak Jangan Benci Cina Karena Ini. (ansorngabul.or.id - ab)
Space Iklan

Ada 0 komentar


EmoticonEmoticon

Artikel selanjutnya Artikel sebelumnya
Artikel sebelumnya Posting sebelumnya

Space iklan

 
close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah