Yang Berbeda dari Acara Tasyakuran di Lokasi Wisata Udara Yoga Ngabul
Cari Judul Esai

Advertisement

Yang Berbeda dari Acara Tasyakuran di Lokasi Wisata Udara Yoga Ngabul

Ansor Ngabul
Rabu, 15 Mei 2019

komang ngabul udara yoga bali
Anggota rebana di pengajian Lokasi Wisata Udara Yoga Bali, Ngabul, Rabu (15/05/2019) malam. 
Ansorngabul.or.id - Udara Yoga Ngabul mengadakan pengajian dalam rangka memperingati hari berdirinya lokasi wisata yang ada di Desa Ngabul tersebut, Rabu (15/05/2019) di lokasi wisata setempat.

Ratusan orang hadir dalam pengajian yang menghadirkan pembicara KH. Ahmad Suprihatin Syarofi dari Mlonggo Jepara tersebut. Dalam ceramahnya, Kiai Yatin, panggilan akrab KH. Ahmad Suprihatin Syarofi, mengungkapkan syukurnya ada lokasi wisata yang menggelar syukuran dengan cara pengajian.

"Ini alhamdulillah, beda dengan yang lain, yang ketika mengadakan kegiatan sykuran malah acaranya hanya orkesan, kursi rusak delapan gara-gara tawuran yang acaranya dangdutan," ungkap Kiai Yatin yang juga sempat menginggung ucapan terimakasih kepada anggota Banser yang ikut menjaga berlangsungnya acara tersebut.

Saking uniknya acara pengajian di lokasi wisata khas Bali tersebut, settingan pengajian tidak dibuat seperti biasa. Ada dua panggung di depan panggung utama, yang di belakangnya juga sudah tersiap nasi gunung lengkap dengan lauk dan sayur mayur.

kh suprihatin jepara dalam pengajian tasyakuran udara yoga ngabul
KH. Suprihatin Mlonggo saat menjadi pembicara di pengajian Udara Yoga Ngabul, Rabu (15/05/2019) malam.
Para pemain rebana setempat juga berpakaian khas ada Bali, meskipun lokasi acaranya di Dukuh Jokosari, Ngabul, Tahunan, Jepara.

Gunungan nasi itulah yang menurut panitia setempat akan dijadikan sebagai santapan sukuran bersama bos Udara Yoga, Komang. (ansorngabul.or.id - ab)