Minggu, 23 September 2018

author photo
Saat lailatul ijtima' NU Ranting Ngabul berlangsung di Mushalla Darul Abror Ngabul, Ahad (23/09/2018) malam. 
Ansorngabul.or.id - Rutinan lailatul ijtima' NU Ranting Ngabul di Mushalla Darul Abror Rt. 05 Rw. 06 pada Ahad (23/09/2018) malam, berlangsung dengan tema lanjutan "doa ma'tsuroh (doa yang diriwayatkan oleh Sahabat Nabi)".

Kiai Ulin Nuha Alhafidz, mustasyar NU Ranting Ngabul yang rutin menjadi qori' (pembaca keterangan) kitab menjelaskan kepada ratusan jamaah yang hadir tentang makna doa dalam perspektif Islam, yang ditulis dalam Kitab Al-Muqtathofat Li ahlil Bidayat karya KH Marzuki Mustamar, Jawa Timur, halaman 12.

"Doa adalah menghaturkan permohonan dari bawah ke atas. Kalau dari atas ke bawah itu namanya amar (perintah)," terang Kiai Ulin di mushalla yang diasuh Ust. Fauzan Wari tersebut.

Kiai Ulin juga menjelaskan bahwa doa itu bagian dari ibadah. Makanya orang yang tidak mau berdoa berarti sama saja tidak mau beribadah. Sementara dalam doa itu terkandung makna bahwa manusia sangat membutuhkan Allah SWT.

Kitab Al-Muqtathofat karya KH Marzuki Mustamar halaman 12 tentang doa ma'tsuroh.
Tambahan, doa ma'tsuroh adalah jenis doa yang biasanya dianggap lemah dalil oleh kalangan salafi wahabi. Bahkan beberapa doa dianggap bid'ah. Dengan ngaji soal doa ma'tsuroh ini, warga NU Desa Ngabul diharapkan bisa lebih mendalam pengetahuan syariatnya soal pentingnya berdoa.

Lailatul ijtima' malam itu jadi istimewa karena dilengkapi suguhan dekem ingkung ayam 16 ekor dari warga setempat. Dihadiri pula oleh Ahmadun, Petinggi Ngabul, Yasir, anggota TNI, dan segenap jajaran pengurus lengkap harian NU Ranting Ngabul, Tahunan, Jepara.

Adapun agenda lailatul ijtima' selapan berikutnya digelar di Mushalla Ust. Sholihin, Ngabul Dukuh Krajan, Tahunan, Jepara. InsyaAllah. (ansorngabul.or.id - ab)
Space Iklan

Ada 0 komentar


EmoticonEmoticon

Artikel selanjutnya Artikel sebelumnya
Artikel sebelumnya Posting sebelumnya

Space iklan

 
close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah